Medandaily.com – Medan. Proyek percepatan pembangunan Stadion Teladan Medan tampaknya memiliki fungsi ganda yang tak terduga.
Belum juga diresmikan atau digunakan untuk kompetisi resmi, rumput stadion kebanggaan warga Medan tersebut justru sudah “diuji coba” lebih dulu. Bukan oleh atlet profesional, melainkan oleh komunitas lari yang diduga memanfaatkan fasilitas demi kebutuhan konten media sosial.
Aksi curi start ini sontak memicu kritik pedas dari Sekretaris Daerah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PD GPA) Kota Medan, Kiki Trisna.
Ia menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap Wali Kota Medan yang dinilai abai dan “kecolongan” dalam mengawasi aset publik yang sedang dikebut pengerjaannya.
Menurut Kiki, tindakan membiarkan komunitas yang tidak jelas urgensinya menggunakan rumput lapangan yang baru ditanam adalah perbuatan yang sangat “layas” (sepele/tidak menghargai) dan memalukan.
“Stadion ini sedang dikebut pembangunannya agar bisa mengejar tenggat waktu sebagai salah satu venue bergengsi kejuaraan AFF U-19. Kita semua menahan diri menunggu stadion ini selesai, tapi ini malah ada oknum yang dengan santainya menggunakan lapangan demi konten pribadi. Ini sangat tidak menghargai usaha percepatan yang sedang dilakukan,” ujar Kiki dengan nada kecewa.
Kiki menegaskan bahwa kejadian ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Wali Kota Medan. Sebagai pimpinan tertinggi, Wali Kota seharusnya memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya untuk menjaga, merawat, dan mempercepat proses renovasi Stadion Teladan, bukan malah melonggarkan pengawasan demi menyenangkan segelintir kelompok.
Lebih lanjut, beredar kabar bahwa komunitas lari tersebut bisa dengan mudah mengakses stadion diduga berkat kedekatan dengan oknum pejabat setempat. Menanggapi isu “jalur orang dalam” ini, Kiki Trisna menuntut adanya tindakan kesatria berupa permohonan maaf terbuka.
“Siapapun dia, dan apa pun jabatan oknum yang mem-back up atau dekat dengan komunitas tersebut, segeralah meminta maaf secara terbuka kepada seluruh warga Kota Medan. Fasilitas ini dibangun pakai uang rakyat untuk prestasi kota, bukan untuk ajang pamer konten pribadi oknum-oknum tertentu,” tegas Kiki menutup pembicaraan.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Medan masih menunggu respons resmi dari pihak Pemko Medan terkait lolosnya komunitas lari tersebut ke dalam area steril Stadion Teladan. Warga tentu berharap, ke depannya rumput Stadion Teladan lebih sering diinjak oleh pemain Timnas yang berburu gol, bukan oleh pemburu ” views” di media sosial







