• Beranda
Rabu, November 4, 2026
TranSatu
  • Login
  • Beranda
  • Sumut
  • Medan
  • Politik
  • News
  • Hukum
  • Ekbis
  • Sport
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Ragam
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Sumut
  • Medan
  • Politik
  • News
  • Hukum
  • Ekbis
  • Sport
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Ragam
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
TranSatu
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Sumut
  • Medan
  • Politik
  • News
  • Hukum
  • Ekbis
  • Sport
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Ragam
Home News

Sumut Foundation: Insiden di Proyek PT. Ayu Septa Perdana Akibat Sopir Truk Mengantuk, Bukan Kelalaian K3 – Jangan Asal Menyalahkan

16 Oktober 2025
/ News
Direktur Eksekutif Sumut Foundation, Andi Sirait

Direktur Eksekutif Sumut Foundation, Andi Sirait

1.4k
VIEWS
Share on Facebook

MEDAN — Direktur Eksekutif Sumut Foundation, Andi Sirait, meminta publik untuk tidak terburu-buru menyalahkan pihak kontraktor maupun pejabat pengawas proyek terkait insiden kecelakaan kerja di proyek Preservasi Jalan Bts. Kota Rantau Prapat – Bts. Provinsi Riau (SBSN TA. 2025) yang dikerjakan oleh PT. Ayu Septa Perdana.

Menurutnya, berdasarkan informasi awal di lapangan, penyebab utama kecelakaan adalah sopir truk yang diduga mengantuk dan hilang kendali, sehingga menabrak pekerja proyek yang sedang bertugas.

BacaJuga

Puluhan Ribu Pekerja Dipastikan Datangi Prabowo, Abdul Bais Desak Kapolri Tindaklanjuti 4 Ultimatum FSPGI untuk Epson‎‎

4 Ultimatum FSPGI ke Epson, Ancam Demo hingga Boikot Produk. Abdul Bais: Kapolri Harus Turun Tangan, Copot Kapolda Metro Jaya

‎‎8.000 Pekerja Epson Cikarang Tuntut Perubahan Status PKWT Jadi PKWTT, Gelar Aksi di Kemnaker

“Perlu diluruskan bahwa kecelakaan tersebut bukan akibat kelalaian sistem K3 atau ketiadaan rambu. Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, truk yang melintas justru keluar jalur dan menabrak pekerja karena sopirnya diduga mengantuk berat. Jadi ini murni kesalahan pengemudi truk, bukan pihak pelaksana proyek,” jelas Andi Sirait, Kamis (16/10).

Andi menegaskan, dari hasil pengecekan di lokasi, rambu-rambu keselamatan dan lampu penerangan telah terpasang, dan seluruh pekerja juga menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar K3. Artinya, pihak kontraktor telah memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi serta Permen PUPR No. 05/PRT/M/2014 tentang SMK3 Konstruksi.

“Tidak adil kalau PT. Ayu Septa Perdana langsung dituding lalai. Semua kelengkapan K3 sudah dipenuhi. Justru yang harus diperiksa terlebih dahulu adalah sopir truk yang menabrak pekerja, karena indikasi awal menunjukkan ia melanggar aturan lalu lintas dengan tetap memaksakan diri mengemudi dalam kondisi tidak fit,” tegas Andi.

Lebih lanjut, Andi mengingatkan bahwa UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan tegas mengatur tanggung jawab pengemudi atas kecelakaan akibat kelalaian pribadi. Dalam hal ini, pasal 310 ayat (1) dan (4) UU LLAJ menyebutkan bahwa setiap orang yang karena kelalaiannya menyebabkan kecelakaan lalu lintas hingga mengakibatkan korban jiwa dapat dikenakan pidana penjara paling lama 6 tahun.

“Jika benar sopir truk tersebut mengantuk dan tetap memaksakan diri berkendara, maka itu termasuk kelalaian pribadi sebagaimana diatur dalam Pasal 310 UU LLAJ. Maka langkah yang paling tepat adalah pemeriksaan terhadap sopir dan pemilik kendaraan, bukan langsung menyalahkan kontraktor yang justru menjadi korban dari insiden tersebut,” terang Andi.

Sumut Foundation menilai bahwa pemberitaan yang langsung menuding PT. Ayu Septa Perdana lalai dalam K3 adalah tidak berdasar dan tidak sesuai fakta lapangan. Padahal perusahaan tersebut selama ini dikenal memiliki reputasi baik dan selalu memenuhi standar pengamanan kerja sesuai peraturan pemerintah.

“Kami telah memantau PT. Ayu Septa Perdana di beberapa proyek infrastruktur, dan sejauh ini perusahaan itu dikenal profesional, disiplin administrasi, dan patuh regulasi. Tidak ada alasan untuk menuduh mereka abai tanpa hasil investigasi resmi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Andi Sirait mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, untuk memeriksa sopir truk dan pihak perusahaan angkutan terlebih dahulu, serta memastikan kronologi insiden secara utuh sebelum mengambil kesimpulan hukum.

“Kita harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah (presumption of innocence). Jangan ada pihak yang dikorbankan hanya karena tekanan opini publik. Biarkan aparat bekerja berdasarkan fakta dan hasil penyelidikan ilmiah di lapangan,” ujarnya.

Sumut Foundation juga berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak agar memperketat pengawasan lalu lintas di sekitar lokasi proyek, terutama pada jam-jam rawan dini hari.

“Pihak proyek sudah menjalankan kewajiban K3, namun kalau ada pengguna jalan yang lalai dan melanggar aturan, itu harus ditindak tegas. Semua pihak perlu introspeksi agar keselamatan kerja dan lalu lintas lebih terjamin,” tutup Andi Sirait. (Red)

Tags: Bukan Kelalaian K3Insiden di Proyek PT. Ayu Septa PerdanaSopir Truk MengantukSumut Foundation
Share134SendShare
Sebelumnya

Sumut Foundation: Erni Aryanti Sitorus Sosok Transparan dan Tegas Menjalankan Tugas Ketua DPRD Sumut

Selanjutnya

Deliserdang Kabupaten Pertama di Sumut Lakukan Modernisasi Pertanian

BeritaLainnya

News

Puluhan Ribu Pekerja Dipastikan Datangi Prabowo, Abdul Bais Desak Kapolri Tindaklanjuti 4 Ultimatum FSPGI untuk Epson‎‎

4 November 2026
News

4 Ultimatum FSPGI ke Epson, Ancam Demo hingga Boikot Produk. Abdul Bais: Kapolri Harus Turun Tangan, Copot Kapolda Metro Jaya

3 November 2026
News

‎‎8.000 Pekerja Epson Cikarang Tuntut Perubahan Status PKWT Jadi PKWTT, Gelar Aksi di Kemnaker

30 Oktober 2026
News

Aksi Buruh 29 Oktober, SPGI Desak Penyelesaian Kasus PHK 11 Pekerja PT Epson : Evaluasi Ismail Pakaya!

29 Oktober 2026
Flyer demo serikat buruh yang beredar jelang 29 Oktober.
News

Jelang Demo Dugaan Union Busting di PT Epson, SPGI Tuntut Kepastian Hukum bagi 11 Pekerja

28 Oktober 2026
News

Drainase Dibangun di Jalur SP Tembakau Deli – Kualanamu, Warga Berharap Banjir Tak Lagi Ganggu Aktivitas

24 September 2026
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.

Populer

  • Video "Tasya Gym Bandar Batang" viral dan menjadi buruan warganet di media sosial dalam beberapa hari terakhir. (int)

    Link Video ‘Tasya Gym Bandar Batang’: Aksi Panas 15 Menit Bikin Badan Berkeringat

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Drainase Dibangun di Jalur SP Tembakau Deli – Kualanamu, Warga Berharap Banjir Tak Lagi Ganggu Aktivitas

    326 shares
    Share 130 Tweet 82
  • Sumut Foundation: Insiden di Proyek PT. Ayu Septa Perdana Akibat Sopir Truk Mengantuk, Bukan Kelalaian K3 – Jangan Asal Menyalahkan

    334 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Sekretariat DPRD Medan Jelaskan Status Tiga Mobil Dinas Tertimpa Pohon di Kediaman Ketua DPRD

    328 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Gubernur Sumut Bobby Nasution Bersama Forkopimda Pimpin Pembongkaran Diskotik Sarang Narkoba

    326 shares
    Share 130 Tweet 82
  • Pengadaan Kitab Dinas Dayah Sasar 36.171 Santri di 286 Dayah, Pasca Pemulihan Bencana Banda Aceh

    327 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Paripurna DPRD Medan terkait Reses, Masyarakat Dapil V Kota Medan Soroti Kinerja OPD Tidak Tepat Sasaran

    326 shares
    Share 130 Tweet 82
  • Soal Program Makan Bergizi Gratis Belum Dirasakan Siswa, Begini Kata Legislator DPRD Medan

    326 shares
    Share 130 Tweet 82
  • Beranda

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Sumut
  • Medan
  • Politik
  • News
  • Hukum
  • Ekbis
  • Sport
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Ragam

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.